Probolinggo, 06 April 2014
Tepat pukul 04.00 sore aku mengendarai motor maticku menuju Asrama
putri di Jl, Dr. Soetomo. Tiba di sana aku langsung menghubungi sahabatku untuk
memberitahu jika aku sudah ada di depan. Lalu dia keluar dengan setelan kaos
dan celana ukuran lututnya dan menggunakan sadal jepitnya, dia terlihat
berantakan, mungkin karna dia baru bangun tidur.Tanpa banyak bicara kita
langsung menuju Super Market dan membeli persediaan bulanan Sahabatku itu. Setelah
membayar di kasir, kitapun pergi meninggalkan SuperMarket dan menuju ke
restaurant cepat saji di Jl Suroyo. Sesampainya di sana semua itu terkuak
secara perlahan. Aku mengawali itu semua dengan kata "Aku masih mencintai
Yiki", lalu aku mulai bercerita bagaimana awalnya Citra memberitahuku soal
hubungannya dengan Yiki. setelah semua ceritaku Sahabatku Orina bertanya
"Kapan dia bilang gitu?"|"aku pikir itu awal Desember". Dia
hanya tersenyum, aku tanya "Kenapa? memangnya sejak kapan mreka
dekat?" Orina menjawab "sejak saat kita ke Bali". Aku shock! aku
hanya tersenyum untuk menutupi itu semua. Ditambah lagi semua teman dekatku
sudah mengetahui tentang hubungan mreka berdua. Ada lagi cara mreka dekat
ternyata hanya karena salah satu dari mreka berkata dengan sedikit lelucon
didalamnya "mau gak jadi pacarku" setelah itu Yikipun pergi ke kamar
Citra dengan mengetok pintu dan membawa smartphonenya dia
menulis "aku sayang kamu". sepulang dari Balilah semua hubungan mreka
dimulai. Kejam, Tega mreka semua tega, kenapa tidak memberitahuku dari awal
saja? setelah aku tau ini semua itu rasanya sakit. mungkin lebih baik kalian
tidak usah mengatakan itu semua didepanku. kalian benar2 tega. Aku kecewa, SEBODOH
ITUKAH AKU? Hingga aku tidak tau hubungan kalian berdua di belakangku? SEBODOH
ITUKAH AKU? Hingga aku dengan mudah bercerita tentang Yiki ke Citra saat mreka
sedang dalam hubungan? Aku lelah. Sumpah demi Allah Yang Maha Tahu aku masih
mencintai Yiki.
Akupun pulang sesampainya dirumah aku sudah tidak memikirkannya.
aku di ajak belanja Mama. Kita samapai di rumah lagi pukul 09.30 malam, aku
langsung mengganti baju dan hanya terbaling di kasurku. tiba tiba lagu Tak
sanggup dari Rossapun beralun di HandPhone-ku disusul
dengan lagu Sammy Simonangkir Kau Harus Bahagia, air mataku mengalir deras, seketika itu juga aku menangis, aku merasa sakit aku tidak tau apa itu tapi
aku selalu memukul dadaku dan berkata "Cukup! Aku sudah merasakan sakit
ini". 30 menitpun berlalu mataku sudah sembab aku benci itu, aku
menghiraukan mata sembabku dan menulis artikel dan aku masih bercucuran air
mata ketika menulis ini:
"Tega! Setelah sekian lama aku baru tau sekarang. kalian
menusukku dari belakang? Kalian benar benar taga. Dia sahabatku dan Kau
mantanku. Apa? Bermula dari lelucon? hah! itu sangat lucu. Didepan kamar Hotel
"Hawaii" di Bali kau menulis "aku sayang kamu!" Bahkan dulu
kau tidak pernah melakukan itu padaku. Kalian menipuku? Mungkin aku terlalu
bodoh dimata kalian hingga kalian dapat melakukan itu semua di belakangku?
Sakit! Ini semua sakit! Tuhan memang baik, Dia tidak yakin kau bersama dia.
Terima Kasih Tuhan. Apa? Apa aku harus melakukannya? Aku hanya ingin menangis
di pundak Citra. Aku masih mencintaimu Yiki. Sungguh. Aku bahkan tidak pernah
rela melepaskanmu walau pun itu dengan sahabatku sendiri. Aku bingung, Aku
kehabisan arah. Hanya sakit yang aku rasakan, semua dendamku padamu dan dia
bahkan aku tidak merasaknnya. ini terlalu menyakitkan bagiku. Aku hanya bisa
berpura pura tegar di depan kalian. Aku ingin marah,Tapi haruskah? Untuk apa?
Untuk karena seorang sahabatku yang telah mengambil permen bekas ludahku?
Tidak, Tenang saja aku tidak sekejam itu. Aku lelah dengan Yiki dan Citra
hingga tidak tau harus berbuat apa. Pening, Pusing, dan Kesedihan yang akan
menemaniku sekarang. Aku sudah merasakan karmanya, Terimakasih Maria(mantan
Yiki dan mantan sahabatku sendiri). GoodBye My Boo. I will always Love You, Forever in
my heart.
♥NT"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar