Rabu, 09 April 2014

Untuk Semua Yang Telah Terkuak

Probolinggo, 06 April 2014

Tepat pukul 04.00 sore aku mengendarai motor maticku menuju Asrama putri di Jl, Dr. Soetomo. Tiba di sana aku langsung menghubungi sahabatku untuk memberitahu jika aku sudah ada di depan. Lalu dia keluar dengan setelan kaos dan celana ukuran lututnya dan menggunakan sadal jepitnya, dia terlihat berantakan, mungkin karna dia baru bangun tidur.Tanpa banyak bicara kita langsung menuju Super Market dan membeli persediaan bulanan Sahabatku itu. Setelah membayar di kasir, kitapun pergi meninggalkan SuperMarket dan menuju ke restaurant cepat saji di Jl Suroyo. Sesampainya di sana semua itu terkuak secara perlahan. Aku mengawali itu semua dengan kata "Aku masih mencintai Yiki", lalu aku mulai bercerita bagaimana awalnya Citra memberitahuku soal hubungannya dengan Yiki. setelah semua ceritaku Sahabatku Orina bertanya "Kapan dia bilang gitu?"|"aku pikir itu awal Desember". Dia hanya tersenyum, aku tanya "Kenapa? memangnya sejak kapan mreka dekat?" Orina menjawab "sejak saat kita ke Bali". Aku shock! aku hanya tersenyum untuk menutupi itu semua. Ditambah lagi semua teman dekatku sudah mengetahui tentang hubungan mreka berdua. Ada lagi cara mreka dekat ternyata hanya karena salah satu dari mreka berkata dengan sedikit lelucon didalamnya "mau gak jadi pacarku" setelah itu Yikipun pergi ke kamar Citra dengan mengetok pintu dan membawa smartphonenya dia menulis "aku sayang kamu". sepulang dari Balilah semua hubungan mreka dimulai. Kejam, Tega mreka semua tega, kenapa tidak memberitahuku dari awal saja? setelah aku tau ini semua itu rasanya sakit. mungkin lebih baik kalian tidak usah mengatakan itu semua didepanku. kalian benar2 tega. Aku kecewa, SEBODOH ITUKAH AKU? Hingga aku tidak tau hubungan kalian berdua di belakangku? SEBODOH ITUKAH AKU? Hingga aku dengan mudah bercerita tentang Yiki ke Citra saat mreka sedang dalam hubungan? Aku lelah. Sumpah demi Allah Yang Maha Tahu aku masih mencintai Yiki.

Akupun pulang sesampainya dirumah aku sudah tidak memikirkannya. aku di ajak belanja Mama. Kita samapai di rumah lagi pukul 09.30 malam, aku langsung mengganti baju dan hanya terbaling di kasurku. tiba tiba lagu Tak sanggup dari Rossapun beralun di HandPhone-ku disusul dengan lagu Sammy Simonangkir Kau Harus Bahagia, air mataku mengalir deras, seketika itu juga aku menangis, aku merasa sakit aku tidak tau apa itu tapi aku selalu memukul dadaku dan berkata "Cukup! Aku sudah merasakan sakit ini". 30 menitpun berlalu mataku sudah sembab aku benci itu, aku menghiraukan mata sembabku dan menulis artikel dan aku masih bercucuran air mata ketika menulis ini:
"Tega! Setelah sekian lama aku baru tau sekarang. kalian menusukku dari belakang? Kalian benar benar taga. Dia sahabatku dan Kau mantanku. Apa? Bermula dari lelucon? hah! itu sangat lucu. Didepan kamar Hotel "Hawaii" di Bali kau menulis "aku sayang kamu!" Bahkan dulu kau tidak pernah melakukan itu padaku. Kalian menipuku? Mungkin aku terlalu bodoh dimata kalian hingga kalian dapat melakukan itu semua di belakangku? Sakit! Ini semua sakit! Tuhan memang baik, Dia tidak yakin kau bersama dia. Terima Kasih Tuhan. Apa? Apa aku harus melakukannya? Aku hanya ingin menangis di pundak Citra. Aku masih mencintaimu Yiki. Sungguh. Aku bahkan tidak pernah rela melepaskanmu walau pun itu dengan sahabatku sendiri. Aku bingung, Aku kehabisan arah. Hanya sakit yang aku rasakan, semua dendamku padamu dan dia bahkan aku tidak merasaknnya. ini terlalu menyakitkan bagiku. Aku hanya bisa berpura pura tegar di depan kalian. Aku ingin marah,Tapi haruskah? Untuk apa? Untuk karena seorang sahabatku yang telah mengambil permen bekas ludahku? Tidak, Tenang saja aku tidak sekejam itu. Aku lelah dengan Yiki dan Citra hingga tidak tau harus berbuat apa. Pening, Pusing, dan Kesedihan yang akan menemaniku sekarang. Aku sudah merasakan karmanya, Terimakasih Maria(mantan Yiki dan mantan sahabatku sendiri). GoodBye My Boo. I will always Love You, Forever in my heart. 
♥NT"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar